Liburan Bali

Wisata dan Rekreasi Pulau Bali

Bermain di Tamanak Sayan, Ubud, Tempat Bermain untuk Anak

February 5th, 2014

Bermain di Tamanak Sayan, Ubud, Tempat Bermain untuk Anak

Bermain di Tamanak Sayan, Ubud, Tempat Bermain untuk Anak

Sudah menjadi kenyataan bahwa di negara kita sangat kurang taman bermain terbuka gratis untuk anak-anak. Tidak seperti di luar negeri yang setiap beberapa ratus meter di daerah perumahan diwajibkan ada outdoor playground. Alih-alih menjadi hak setiap anak, taman bermain kini adalah sebuah bisnis – banyak playground (kebanyakan indoor atau gabungan indoor-outdoor) bermunculan dengan berbagai tingkat biaya. Ya, kita harus bayar supaya anak-anak kita bisa bermain dan menjadi anak-anak!

Sekelompok individu di daerah Ubud, kebanyakan dari mereka adalah kaum ekspatriat dan para orangtua, memutuskan untuk menggalang dana dan mewujudkan taman bermain terbuka gratis. Bukan dalam bentuk perusahaan atau organisasi, karena mereka percaya bahwa “ketika kita melihat kemungkinan untuk menciptakan sesuatu dari inisiatif pribadi, lebih baik beraksi secara mandiri”. Mereka bekerja sama sejak awal dari menggalang dana, menyewa tanah, membangun, dan memasang berbagai mainan. Dalam waktu beberapa tahun, terwujudlah cita-cita mereka dalam bentuk Tamanak  singkatan dari Taman Aman Anak. Dan kita juga bisa membawa anak-anak kita ke tempat bermain air anak di New Kuta Green Park Pecatu.

Berlokasi di daerah Sayan,Ubud, Tamanak merupakan tempat bermain yang aman karena lokasinya agak jauh dari jalan raya yang ramai. Anak-anak di desa Sayan dan sekitarnya bebas bermain di sana, dan anak-anak kaum ekspatriat juga sering berbaur main bersama. Bangunan dan sebagian mainannya dibuat dari bambu, sangat asri dan menyatu dengan alam. Botol-botol bekas digantung dengan isi air warna-warni untuk membantu anak mengenal warna. Ada ayunan kuda-kudaan dari ban bekas, perosotan dengan struktur bambu, atap alang-alang, bale untuk orang tua duduk-duduk dari bambu juga. Di pojok taman terdapat area bercocok tanam tempat anak-anak bisa belajar nama aneka tumbuhan bumbu dapur dan sayur-mayur. Sama sekali tidak dipungut biaya untuk main di sini, pengunjung hanya diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mendidik anak-anak untuk mau berbagi mainan dengan yang lain.

Sejak dibuka 30 Maret lalu, Tamanak tidak pernah sepi pengunjung. Sampai saat ini para penggagas masih rajin menggalang dana untuk pemeliharaan taman menambah wahana bermain dan membuat aneka aktivitas untuk anak-anak seperti face painting, karnaval, membuat tembikar, dan sebagainya. Saya sendiri sangat terkesan dengan dedikasi dan usaha para penggagas demi kebahagiaan anak-anak desa Sayan, yang dapat juga dinikmati oleh semua orang. Liburan Bali.

Liburan Bali

Wisata dan Rekreasi Pulau Bali