Liburan Bali

Wisata dan Rekreasi Pulau Bali

Wisata Seni dan Budaya Pulau Bali DI Museum Agung Rai Arma

July 23rd, 2014
Wisata Seni dan Budaya Pulau Bali DI Museum Agung Rai Arma

Wisata Seni dan Budaya Pulau Bali DI Museum Agung Rai Arma

Sejuta pesona dapat kita temui di Pulau Dewata Bali, lengkap dengan segala keunikan seni budayanya. Keagungan pura, keindahan pantainya, panorama alam yang eksotis serta museum-museum berkelas terdapat disini. Banyaknya museum yang mengoleksi hasil karya yang bernilai seni tinggi membuktikan bahwa Bali selalu menjadi inspirasi bagi para seniman, khususnya seni lukis dan patung.

Lukisan-lukisan unik dan fantastis terus berkembang seiring dengan makin bertambahnya para pelukis muda sehingga menjadikan Bali selain sebagai ikon pariwisata juga sebagai tujuan para kolektor lukisan untuk mencari lukisan yang bernilai seni tinggi.

Museum Agung Rai merupakan salah satu museum seni rupa di Bali yang menyimpan berbagai koleksi lukisan yang berasal dari pelukis-pelukis ternama baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Museum ini terletak di Pangosekan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Museum Agung Rai bukan sekedar museum lukisan, namun museum ini merupakan tempat yang mempunyai keunikan tersendiri karena di tempat ini juga kita dapat mengetahui tentang seni budaya tradisional Bali serta segala aspek kehidupan masyarakatnya. Banyak hal bisa di dapat dari museum ini, antara lain tentang lukisan itu sendiri, gamelan Bali, seni memahat kayu, tarian Bali, sejarah Bali, batik Bali, serta makanan khas Bali. Disini pengunjung dapat merasakan dan membuat langsung apa yang tersebut diatas bersama dengan pemandu yang telah disediakan.

Khusus tentang lukisan, Agung Rai museum selalu mengadakan pameran secara permanen atau bergantian, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk kembali datang karena pada saat inilah dipajang berbagai lukisan terbaik dari pelukis-pelukis ternama dan pelukis muda yang berpotensi.

Agung Rai museum berdiri diatas lahan seluas 5 Ha, atas keinginan seorang Agung Rai sendiri dimana beliau seorang pecinta seni khususnya seni budaya Bali. Museum ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Prof.Dr.Ing Wardiman Djojonegoro pada tanggal 9 Juni 1996 dan dikelola langsung oleh yayasan ARMA (Agung Rai Museum of Art) yang didirikan pada tanggal 13 Mei 1996.

Jika anda mengunjungi tempat ini, anda akan merasakan kenyamanan yang lebih karena museum ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti perpustakaan dan ruang baca, toko buku, resort hotel, ruang konferensi, panggung hiburan, restaurant, café, toilet  serta tempat parkir yang luas.

Agung Rai Museum berjarak kurang lebih 23 km dari arah Kota Denpasar Liburan Bali dan dalam waktu kira-kira 35 menit, anda tiba di museum ini.

Wisata Sejarah Pulau Bali Di Museum Le Majeur

July 23rd, 2014
Wisata Sejarah Pulau Bali Di Museum Le Majeur

Wisata Sejarah Pulau Bali Di Museum Le Majeur

Museum Le Majeur yang terletak di Jl. Hang Tuah, Denpasar, Bali berdiri pada tanggal 28 Agustus 1957 dan menjadi bagian Museum Bali yang menyimpan nilai sejarah yang tinggi. Adapun nama dari museum ini diambil dari nama sang pelukis itu sendiri yaitu Le Majeur seorang berkebangsaan Belgia yang datang ke Bali pada tahun 1932. Disini Majeur bertemu dengan seorang penari Legong terkenal yang bernama Ni Nyoman Pollok, yang kemudian dinikahinya dan tinggal di sebuah rumah kecil di daerah Pantai Sanur.

Museum Le Majeur merupakan museum seni rupa karena selain lukisan hasil karya Majeur sendiri juga dipamerkan berbagai jenis peralatan rumah tangga dan patung. Di dalam museum ini terdapat 88 buah lukisan hasil karya Le Majeur dengan berbagai macam media, seperti: kanvas, hardboard, triplek, urfah dan bagor. Sebagian besar objek lukisan Majeur adalah istrinya sendiri selain wanita Bali lainnya dalam berbagai pose.

Pada masanya, museum ini sering dikunjungi oleh Ir. Soekarno. Adapun ciri khas dari museum ini adalah terdapatnya  sepasang arca berupa replica dari Le Majeur dan istrinya Ni Nyoman Pollok.

Dengan dibukanya museum ini bagi wisatawan, dan untuk memberikan kenyamanan maka dibuatlah beberapa fasilitas seperti: ruang bersantai, toilet, para penjual makanan dan minuman, serta area parkir yang sangat luas menyatu dengan objek wisata pantai Sanur.

Museum Le Majeur berjarak kurang lebih 3 km dari pusat kota Denpasar dan hanya dalam waktu sekitar 10 menit, anda akan tiba disini untuk melihat lukisan sambil menikmati indahnya suasana pantai Sanur nan menawan.

Berbicara tentang Liburan Bali tak pernah lepas dari hasil karya seni yang dihasilkan oleh para senimannya, bukan hanya berbicara tentang keindahannya namun juga mutu dari karya seni itu sendiri.

Objek Wisata Candi Tebing Jukut Paku Pulau Bali

June 19th, 2014
Objek Wisata Candi Tebing Jukut Paku Pulau Bali

Objek Wisata Candi Tebing Jukut Paku Pulau Bali

Beruntunglah Bali yang dianugrahi alam indah dan tanah yang subur namun tak hanya itu, berbagai peninggalan purbakala berupa candi-candi tebing menambah nilai historis pulau Dewata ini. Salah satu candi tebing yang telah di jadikan cagar budaya adalah Candi Tebing Jukut Paku yang terletak di Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

Candi Tebing Jukut Paku Berada di dekat aliran Sungai Pakerisan yang legendaris. Candi ini adalah salah satu peninggalan purbakala yang dilindungi oleh UU No.11 tahun 2010 oleh Dinas Pelestarian Peninggalan Purbakala Bali.

Letak Candi ini berada dilereng tebing yang curam. Bila ingin mengunjungi candi ini terlebih dahulu menuruni anak tanggal yang berjumlah 68 anak tangga, sampai dilokasi pada tepi dinding tebing terdapat dua buah ceruk yang di pahat rapi sebagai tempat pertapaan. Pada bagian tengah terdapat pahatan menyerupai bentuk candi. Di bagian samping ceruk terdapat sumber mata air yang mengalir jernih tidak habis-habisnya..

Candi Tebing Jukut Paku diperkirakan dibuat pada abad XI masehi, pada masa Kerajaan Anak Wungsu, hal ini dikarenakan bentuk candi ini sama dengan bentuk candi yang terdapat di Tampaksiring. 

Penduduk sekitar Candi Tebing Jukut Paku ini sebagaian besar bermata pencaharian sebagai petani, ini terlihat jelas saat anda berada lokasi. .    

Saat ini fasilitas yang terdapat disekitar lokasi antara lain: warung yang menjual makanan dan minuman dan area parkir. 

Jarak tempuh yang diperlukan untuk bisa sampai di lokasi Candi Tebing Jukut Paku ini kira-kira  km dengan waktu kurang lebih  menit perjalanan dari Kota Denpasar.

Banyaknya peninggalan purbakala yang ada di pulau Dewata bisa dijadikan tempat tujuan wisata anda seperti Candi Tebing Jukut Paku ini. Liburan Bali.

Objek Wisata Bukit Jambul Pulau Bali

June 19th, 2014
Objek Wisata Bukit Jambul Pulau Bali

Objek Wisata Bukit Jambul Pulau Bali

Bukit jambul berlokasi di perbatasan antara Desa Pesaban dan Desa Nongan yang termasuk di dalam wilayah Kecamatan Rendang, Kabupaten Daerah Tingkat II Karangasem. Untuk menuju kawasan Bukit Jambul dari ibukota kabupaten Klungkung, Semarapura berjarak sekitar 12 km dan dari ibukota ,propinsi Denpasar menempuh jarak lebih kurang 51 km dengan melalui jalan ke arah Kawasan Wisata Pura Besakih. Untuk mencapai Bukit Jambul ini sangat mudah dengan kendaraan roda empat maupun roda dua karena selain sudah di tunjang dengan sarana jalan yang cukup baik dan lokasinya juga berada di pinggir jalan.

Kawasan wisata Bukit Jambul merupakan daerah tujuan wisata alam yang dimiliki Kabupaten Daerah Tingkat II Karangasem, yang terletak di atas bukit sehingga udara di sekitarnya terasa sejuk dan nyaman. Seperti pemandangan alam lainnya di kabupaten Karangasem, daya tarik wisata dari Bukit Jambul juga terdapat pada pemandangan alam di antara perpaduan panorama perbukitan, persawahan, lembah-lembah, dan panorama laut. Dari tempat ketinggian di Bukit Jambul ini, wisatawan dapat menyaksikan keindahan pemandangan alam yang sangat menawan dan mempesona. Di pinggir jalan yang menanjak dan berliku-liku dapat kita saksikan petak-petak sawah yang bertingkat (terasiring) dan pohon-pohon cengkeh yang subur tumbuh di kawasan perbukitan ini. Di sebelah timur akan tampak terlihat perbukitan yang menjulang tinggi yang berada di wilayah Sidemen dan di sebelah selatan akan tampak persawahan yang berada di wilayah kabupaten Klungkung dan sekitarnya serta di kejauhan terlihat pemandangan laut lepas di selatan kabupaten Klungkung.

Sebagai kawasan wisata, di Bukit Jambul sudah dilengkapi dengan areal parkir yang luas dan terdapat sebuah rumah makan (restaurant) yang cukup bagus dan besar serta mampu menampung kapasitas untuk wisatawan yang singgah dalam bentuk grup ataupun rombongan. Bukit Jambul juga merupakan sebagai tempat peristirahatan (stopover) sehingga seringkali disinggahi oleh wisatawan baik mancanegara maupun nusantara yang akan berwisata ke kawasan wisata Pura Besakih ataupun pada saat mereka kembali dari Besakih. Pada umumnya para wisatawan yang singgah di sini untuk makan siang dan minum, sambil beristirahat melepas lelah mereka juga dapat menikmati panorama alam Bukit Jambul yang suasananya tenang dan sejuk. Sering pula wisatawan yang singgah mengabadikan dengan kameranya pemandangan alam Bukit Jambul.

Menurut keterangan dari orang-orang tua desa Pesaban, nama Bukit Jambul baru ada dan dikenal sejak pada masa penjajahan Belanda di Indonesia, di mana pada saat itu nama Bukit Jambul tersebut diberikan oleh para wisatawan yang berkunjung. Nama Bukit Jambul diambil dari bukit yang menjulang tinggi yang berada di sebelah selatan jalan jurusan antara Klungkung dengan Besakih. Di atas bukit tersebut terdapat sebuah pura yang bernama Pura Puncak Sari. Di sekitar area Pura Puncak Sari ditumbuhi oleh pepohonan yang besar-besar dan sangat lebat. Sedangkan di bawah komplek pura tersebut terdapat persawahan penduduk sehingga puncak bukit yang berhutan lebat itu tampak kelihatan seperti “Jambul”. Dan pura yang berada di puncak bukit tersebut sekarang adalah Pura Ulun Carik yang diemongi oleh para petani setempat. Sebelum bernama Bukit Jambul, lingkungan persawahan yang ada di sebelah selatan jalan raya disebut dengan nama Babad Kelod. Sedangkan daerah tegalan dan persawahan yang berada di sebelah utara jalan raya disebut dengan nama Babakan Kaja. Oleh karena itu, dengan terdapatnya bukit yang terlihat seperti berjambul dan yang sekarang ini menjadi daya tarik wisatawan maka lama kelamaan kawasan tersebut dikenal dengan nama Bukit Jambul. Liburan Bali.

Liburan Bali

Wisata dan Rekreasi Pulau Bali