Liburan Bali

Wisata dan Rekreasi Pulau Bali

Wisata Religi Di Goa Giri Putri Bali

October 23rd, 2014
Wisata Religi Di Goa Giri Putri Bali

Wisata Religi Di Goa Giri Putri Bali

Objek wisata spiritual saat ini menjadi salah satu wisata alternatif yang cukup banyak diminati, termasuk Goa Giri Putri yang menjadi perhatian para wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida, Klungkung, Bali. Goa ini dijadikan sebagai tempat beribadah umat Hindu di Bali. Umat Hindu yang berkunjung ke tempat ini biasanya dengan suatu tujuan yaitu melakukan sembahyang terkait dengan perjalanan spiritual ke beberapa tempat suci di Pulau Nusa Penida yang dikenal tandus.

Berdasarkan penuturan dari beberapa tokoh masyarakat setempat, goa yang terletak di Dusun Karangasri, Suana, Nusa Penida ini selain mempunyai beberapa keunikan yang sulit diterima oleh logika juga dianggap sesuai untuk bertapa karena suasananya yang hening.

Pan Kerti, penunggu goa tersebut mengatakan salah satu keajaiban dari goa ini adalah adanya air suci yang tak pernah habis walaupun telah diambil berkali – kali oleh orang – orang yang sembahyang di tempat ini.

Sumber air tersebut tidak pernah berkurang walaupun saat musim kemarau dan tidak pernah meluap saat musim penghujan. Inilah salah satu keajaiban goa ini. Lokasi air suci terletak di salah lorong goa ini.

Selain adanya air yang tak pernah habis, keajaiban lainnya adalah keberadaan tetesan air dari langit – langit goa ke lantai yang mengeras dan bentuknya seperti stupa. Goa yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat itu diperkirakan sudah berusia ratusan tahun.

Masuk ke dalam goa, terdapat empat pelinggih atau tempat untuk berdoa dan di luar goa terdapat satu pelinggih. Bagi yang ingin sembahyang di dalam goa, umat wajib melakukan sembahyang di depan pelinggi di luar goa. Sembahyang di luar goa ini bertujuan untuk permisi agar diperkenankan berdoa di dalam.

Untuk sampai di mulut goa yang berada di lereng bukit dengan bunga karang tersebut, setiap pengunjung harus menaiki sekitar 100 anak tangga terlebih dahulu. Goa Giri Putri terlihat unik karena siapapun yang ingin masuk dalam goa harus masuk ke mulut goa terlebih dulu. Mulut goa tersebut tidak terlalu besar sekitar seukuran badan sehingga untuk memasukinya harus satu per satu.

Ketika melewati mulut goa, pengunjung yang masuk juga harus membungkuk dan tiarap beberapa meter karena adanya batu – batu yang menonjol. Tetapi setelah membungkuk sekitar 5 m, pengunjung akan menemukan ruangan besar dengan diameter sekitar 60 m dan memanjang sekitar 200 m.

Di bagian utara dinding gua, terdapat beberapa lampu listrik untuk menerangi umat yang ingin berdoa di tempat itu. Bagian ujung goa menembus dinding jurang yang di bawahnya membentang sungai kering. Menurut masyarakat setempat, sungai ini hanya berair saat hujan cukup deras. Jika ingin berkunjung ke Goa Giri Putri, Anda harus melakukan perjalanan selama sekitar 35 menit dari Sampalan, kota kecamatan Nusa Penida menggunakan kendaraan umum.

Eksotisme Malam Hari Di Pantai Kuta

October 23rd, 2014
Eksotisme Malam Hari Di Pantai Kuta

Eksotisme Malam Hari Di Pantai Kuta

Menelusuri tempat – tempat wisata malam atau hiburan malam di kawasan Kuta, Bali memang memiliki beragam keunikan yang ditemukan di tempat – tempat tersebut. Kuta sendiri sudah dikenal sebagai jantung hiburan di Bali.

Tempat hiburan malam di sekitar pantai Kuta menawarkan berbagai macam erotisme dan eksotisme dunia malam di kawasan wisata populer tersebut. Di sana terdapat ratusan tempat dugem yang dapat dipilih sesuai selera mulai dari tempat dugem sekelas warung – warung penjual bir yang berjajar rapi di tepi jalan hingga berbagai klub malam hotel berbintang yang berderet di gang – gang kecil.

Biasanya daya tarik pengunjung akan semakin meningkat ketika melihat sekelompok kaum hawa cantik yang berpenampilan seksi. Mereka sengaja dihadirkan oleh pihak pengelola hiburan malam untuk mengisi acara cabaret girl atau sexy dancer pada hari – hari tertentu yang digelar secara terbuka.

Siapa saja boleh datang ke tempat wisata malam yang ada gerombolan hawa cantik tersebut. Pasalnya, acara ini memag sengaja digelar terbuka oleh pihak pengelola tempat hiburan malam dalam rangka mempromosikan hiburan – hiburan yang disediakan di tempat tersebut saat hari biasa.

Misalnya saja di Jl Legian tepatnya di dekat Ground Zero Monumen Bom Bali, di sana Paddy’s Club sengaja memasang sound system di dekat pintu masuk. Di dekatnya ada seorang wanita cantik sebagai MC yang bertugas mempromosikan acara yang tengah digelar di tempat tersebut.

Tidak ketinggalan, puluhan gadis berpakaian mini dan seksi selalu menyapa dan menebar senyum pada para turis yang berlalu lalang sambil membagi-bagikan selebaran acara. Tidak jauh dari Paddy’s Club yaitu sekitar 100 m, restoran lain bernama Maccaroni juga menyambut dengan pertunjukkan live band.

Hiburan tersebut tidak hanya sebatas di situ saja. Masih ada ratusan tempat hiburan lain yang menawarkan hiburan serupa. Oleh sebab itu, tidak heran jika Kuta ini merupakan ‘surga’ yang menyuguhkan berbagai macam atraksi dan membuat pengunjungnya merasa senang.

Di tempat – tempat hiburan malam tersebut, para pengunjung juga berkesempatan untuk berpindah dari tempat hiburan satu ke tempat hiburan lainnya. Para pengusaha hiburan malam di Pulau Dewata ini sepertinya bersaing ketat dengan pengusaha lainnya demi mendapatkan simpati para pengunjung agar mau datang dan menikmati hiburan yang ditawarkan di tempat hiburan miliknya.

Persaingan untuk mendapatkan hati pengunjung dengan cara menyuguhkan berbagai macam hiburan erotis seperti cabaret girl atau sexy dancer dan hiburan lainnya adalah hal yang biasa dilakukan oleh para pelaku usaha hiburan malam. Pasalnya pengusaha jasa hiburan memiliki tolok ukur sendiri dan mempunyai konsep yang matang untuk menawarkan acara hiburan tersebut dan berusaha menjadi yang terbaik dari tempat – tempat wisata malam atau hiburan malam yang ada di Bali.

Wisata Seni dan Budaya Pulau Bali DI Museum Agung Rai Arma

July 23rd, 2014
Wisata Seni dan Budaya Pulau Bali DI Museum Agung Rai Arma

Wisata Seni dan Budaya Pulau Bali DI Museum Agung Rai Arma

Sejuta pesona dapat kita temui di Pulau Dewata Bali, lengkap dengan segala keunikan seni budayanya. Keagungan pura, keindahan pantainya, panorama alam yang eksotis serta museum-museum berkelas terdapat disini. Banyaknya museum yang mengoleksi hasil karya yang bernilai seni tinggi membuktikan bahwa Bali selalu menjadi inspirasi bagi para seniman, khususnya seni lukis dan patung.

Lukisan-lukisan unik dan fantastis terus berkembang seiring dengan makin bertambahnya para pelukis muda sehingga menjadikan Bali selain sebagai ikon pariwisata juga sebagai tujuan para kolektor lukisan untuk mencari lukisan yang bernilai seni tinggi.

Museum Agung Rai merupakan salah satu museum seni rupa di Bali yang menyimpan berbagai koleksi lukisan yang berasal dari pelukis-pelukis ternama baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Museum ini terletak di Pangosekan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Museum Agung Rai bukan sekedar museum lukisan, namun museum ini merupakan tempat yang mempunyai keunikan tersendiri karena di tempat ini juga kita dapat mengetahui tentang seni budaya tradisional Bali serta segala aspek kehidupan masyarakatnya. Banyak hal bisa di dapat dari museum ini, antara lain tentang lukisan itu sendiri, gamelan Bali, seni memahat kayu, tarian Bali, sejarah Bali, batik Bali, serta makanan khas Bali. Disini pengunjung dapat merasakan dan membuat langsung apa yang tersebut diatas bersama dengan pemandu yang telah disediakan.

Khusus tentang lukisan, Agung Rai museum selalu mengadakan pameran secara permanen atau bergantian, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk kembali datang karena pada saat inilah dipajang berbagai lukisan terbaik dari pelukis-pelukis ternama dan pelukis muda yang berpotensi.

Agung Rai museum berdiri diatas lahan seluas 5 Ha, atas keinginan seorang Agung Rai sendiri dimana beliau seorang pecinta seni khususnya seni budaya Bali. Museum ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Prof.Dr.Ing Wardiman Djojonegoro pada tanggal 9 Juni 1996 dan dikelola langsung oleh yayasan ARMA (Agung Rai Museum of Art) yang didirikan pada tanggal 13 Mei 1996.

Jika anda mengunjungi tempat ini, anda akan merasakan kenyamanan yang lebih karena museum ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti perpustakaan dan ruang baca, toko buku, resort hotel, ruang konferensi, panggung hiburan, restaurant, café, toilet  serta tempat parkir yang luas.

Agung Rai Museum berjarak kurang lebih 23 km dari arah Kota Denpasar Liburan Bali dan dalam waktu kira-kira 35 menit, anda tiba di museum ini.

Wisata Sejarah Pulau Bali Di Museum Le Majeur

July 23rd, 2014
Wisata Sejarah Pulau Bali Di Museum Le Majeur

Wisata Sejarah Pulau Bali Di Museum Le Majeur

Museum Le Majeur yang terletak di Jl. Hang Tuah, Denpasar, Bali berdiri pada tanggal 28 Agustus 1957 dan menjadi bagian Museum Bali yang menyimpan nilai sejarah yang tinggi. Adapun nama dari museum ini diambil dari nama sang pelukis itu sendiri yaitu Le Majeur seorang berkebangsaan Belgia yang datang ke Bali pada tahun 1932. Disini Majeur bertemu dengan seorang penari Legong terkenal yang bernama Ni Nyoman Pollok, yang kemudian dinikahinya dan tinggal di sebuah rumah kecil di daerah Pantai Sanur.

Museum Le Majeur merupakan museum seni rupa karena selain lukisan hasil karya Majeur sendiri juga dipamerkan berbagai jenis peralatan rumah tangga dan patung. Di dalam museum ini terdapat 88 buah lukisan hasil karya Le Majeur dengan berbagai macam media, seperti: kanvas, hardboard, triplek, urfah dan bagor. Sebagian besar objek lukisan Majeur adalah istrinya sendiri selain wanita Bali lainnya dalam berbagai pose.

Pada masanya, museum ini sering dikunjungi oleh Ir. Soekarno. Adapun ciri khas dari museum ini adalah terdapatnya  sepasang arca berupa replica dari Le Majeur dan istrinya Ni Nyoman Pollok.

Dengan dibukanya museum ini bagi wisatawan, dan untuk memberikan kenyamanan maka dibuatlah beberapa fasilitas seperti: ruang bersantai, toilet, para penjual makanan dan minuman, serta area parkir yang sangat luas menyatu dengan objek wisata pantai Sanur.

Museum Le Majeur berjarak kurang lebih 3 km dari pusat kota Denpasar dan hanya dalam waktu sekitar 10 menit, anda akan tiba disini untuk melihat lukisan sambil menikmati indahnya suasana pantai Sanur nan menawan.

Berbicara tentang Liburan Bali tak pernah lepas dari hasil karya seni yang dihasilkan oleh para senimannya, bukan hanya berbicara tentang keindahannya namun juga mutu dari karya seni itu sendiri.

Liburan Bali

Wisata dan Rekreasi Pulau Bali